Pemkab Kukar Resmi Terapkan SP2D Online
Launching SP2D Online Pemkab Kukar. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Pemandangan pegawai yang hilir mudik mengantarkan dokumen Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) ke pihak perbankan untuk proses pencairan dana kini akan menjadi cerita lama.
Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) resmi menerapkan Sistem SP2D Online yang
memangkas proses administrasi manual menjadi layanan keuangan berbasis digital,
lebih cepat, dan transparan.
Penerapan SP2D Online
tersebut ditandai dengan launching yang digelar di Pendopo Odah Etam,
Tenggarong, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan itu dihadiri
Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah (Ditjen Bina Keuda)
Kementerian Dalam Negeri, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD),
camat, serta pegawai yang menangani keuangan di masing-masing OPD.
Selain launching, kegiatan
juga dirangkai dengan sosialisasi implementasi SP2D Online yang diikuti secara
luring maupun daring.
Sekretaris Ditjen Bina
Keuda Kemendagri, Horas Maurits Panjaitan, mengatakan penerapan SP2D Online
merupakan bagian dari upaya mempercepat transformasi digital di bidang
pengelolaan keuangan daerah.
Sistem tersebut diharapkan
dapat mendukung proses pencairan dana yang lebih cepat sekaligus memperkuat
transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah daerah.
"Mudah-mudahan Pemkab
Kukar ini bisa menjadi contoh, menjadi salah satu ujung tombak, terutama dalam
rangka menerapkan digitalisasi dan transformasi," ujarnya.
Menurut Horas, penerapan
SP2D Online juga akan membuat seluruh transaksi, khususnya belanja di
masing-masing OPD, menjadi lebih akurat dan transparan.
Bahkan, lanjutnya, sistem
tersebut diyakini mampu meminimalkan berbagai persoalan yang berpotensi muncul
dalam pelaksanaan belanja daerah.
Ia menyebut, launching dan
sosialisasi SP2D Online menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi
sekaligus memperkuat komitmen seluruh perangkat daerah, mulai dari pimpinan
OPD, pejabat penatausahaan keuangan SKPD, hingga bendahara pengeluaran agar
dapat beradaptasi dengan sistem berbasis digital.
"Saya kira ini
menjadi penyamaan persepsi, terutama juga komitmen bahwa dengan adanya
sosialisasi dan launching SP2D Online ini, seluruh ASN nantinya dapat
melaksanakan dan menerapkan pola yang selama ini dilakukan secara manual dalam
pelaksanaan SP2D menjadi berbasis online," kata dia.
Horas juga menyampaikan
apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Bank Kaltimtara,
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Bank Indonesia yang turut memberikan
dukungan dalam percepatan dan perluasan digitalisasi transaksi pemerintah
daerah.
Dukungan lintas lembaga
tersebut, menurutnya, menjadi modal penting bagi daerah dalam mewujudkan tata
kelola keuangan yang semakin modern dan efisien.
Senada dengan itu, Bupati
Kukar, Aulia Rahman Basri, menilai penerapan SP2D Online tidak hanya
menghadirkan perubahan dalam sistem administrasi, tetapi juga memberikan
kemudahan nyata bagi perangkat daerah dalam menjalankan proses pencairan dana.
Sistem baru tersebut
dinilai mampu memangkas tahapan birokrasi yang selama ini masih dilakukan
secara manual.
"Hari ini kita
melaksanakan launching SP2D Online. Tentunya, kami berharap implementasi SP2D
Online ini dapat semakin mempercepat dan mempermudah proses layanan keuangan
yang dilakukan oleh Pemkab Kukar bersama Bank Kaltimtara," ucapnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya
setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap, berkas harus dibawa ke BPKAD untuk
diproses hingga terbit SP2D dalam bentuk fisik. Selanjutnya, dokumen tersebut
kembali diantarkan ke pihak perbankan untuk ditindaklanjuti.
Kini, seluruh tahapan
tersebut telah terintegrasi melalui dashboard digital yang terhubung dengan
Kemendagri sehingga proses pencairan dana dapat dipantau secara real time tanpa
lagi memerlukan pengiriman dokumen fisik dari BPKAD ke pihak perbankan.
"Dengan mekanisme
yang serba online ini, proses pencairan dana menjadi lebih cepat, lebih
efisien, dan lebih transparan. Masyarakat maupun pihak terkait nantinya dapat
merasakan manfaat layanan yang semakin baik karena dana dapat langsung diproses
hingga masuk ke rekening tujuan tanpa melalui tahapan administrasi manual seperti
sebelumnya," tandasnya. (kriz)